Democracy and Tolerance: A Two Nations Dialogue


Democracy and Tolerance : A Two Nations Dialogue adalah sebuah program yang disponsori oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat  yang dilaksanakan pada Winter dan Summer 2009, yang berupa program pertukaran tenaga pendidik antara Amerika Serikat  dan Indonesia dibawah tema Demokrasi dan Toleransi.

Program ini diawali dengan kunjungan 4 guru dan 1 dosen dari Amerika Serikat  ke Indonesia pada bulan Januari dan Februari 2009. Mereka berkunjung ke sekolah-sekolah di Makassar, Balikpapan, dan Yogyakarta. Mereka adalah Mike Hannahan, Kristen Iverson, Samantha Camera, Tom Fricke dan Michael Kozak.

Program tersebut kemudian diteruskan dengan kunjungan 14 guru dan 1 dosen dari Indonesia ke Amerika pada tanggal 6 Juni  sampai dengan 6 juli 2009, di beberapa kota di Amerika seperti Massachussets, Boston, Ohio, New York dan washington DC. Peserta dari Indonesia berasal dari kota Yogyakarta  5 orang (Heny Prihastiwi, Vipti, Retna Nugraheni, Junnaedah Nur, Rustiyadi dan Arifin), dari Makassar 7 orang (Ratna Haris, Fitri Arief, Astuti Azies, Wahyudin Halim, Mursidin Albidin, Ahmad Hidayat dan Herman Tahir) serta dari Balikpapan 3 orang ( Syamsul A Z, Nurul Hidayati dan Haryati). Kelimabelas peserta dari Indonesia ini berasal dari mapel PKn, Agama dan Bahasa Inggris.

Selama di Amerika guru-guru Indonesia  dan Amerika berusaha membangun pengertian bersama tentang demokrasi dan toleransi di kedua negara dengan cara melakukan studi banding ke beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Amerika, melakukan kunjungan ke tempat-tempat ibadah, komunitas agama,  kaum minoritas, dialog dengan masyarakat, dan sebagai final dengan melakukan kerjasama membuat sebuah unit kurikulum untuk diterapkan di masing-masing sekolah asal.

Program pertukaran ini diharapkan akan berlanjut tahun depan dengan kembalinya beberapa guru Amerika Serikat ke Indonesia dan beberapa peserta darinIndonesia ke Amerika untuk melihat pelaksanaan kurikulum dan melakukan review bersama. Dengan program ini diharapkan siswa akan mempunyai saling pengertian tentang kedua negara, serta lebih menjunjung nilai-nilai demokrasi dan toleransi dalam kehidupan.

Tentang heny prihastiwi

seorang pendidik yang berusaha terus belajar.
Pos ini dipublikasikan di Exchange Program dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s