Jathilan bocah ; dari, oleh dan untuk bocah: Sebuah optimisme menatap hari depan budaya bangsa.


Ketika pulang ke rumah bapak dan ibu, kudengar suara gamelan khas, iringan jathilan yang lama tek kudengar. Tergoda rasa ingin tahu, aku menyempatkan diri untuk melihat. Apa yang seterusnya kusaksikan adalah sebuah keju…tan besar!
Kulihat sebuah jathilan yang dimainkan oleh anak-anak usia kelas 4-5 an SD, yang menurut keterangan salah seorang penonton,bahkan mendirikan kelompok atas inisiatif mereka sendiri, tanpa seorang dewasapun yang terlibat. Penontonnya -pun kebanyakan anak-anak.
Properti yang mereka kenakan sangat seadanya : kupluk dari kertas karton yang mereka beli di pasar, mulut cakil dan topeng yang dibuat sendiri dari kertas, rambut gendruwo dari rafia, gamelan dari jerigen, bambu dan lain-lain. Sungguh mengharukan tapi sekaligus menyesakkan dada. Betapa di jaman yang penuh dengan gerusan budaya asing ini, masih ada generasi penerus yang begitu cita dengan budaya bangsa, bahkan rela berkorban untuknya.


Yang membuatku lebih haru lagi, di sela-sela permainan, ada saja anak yang keluar dari alur cerita untuk membeli jajan, istirahat karena kecapekan, dan bahkan pipis. Begitu polosnya! Mau tahu berapa biaya nanggap mereka? Rp.3000 rupiah!

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah, Apa yang bisa kita bantu untuk mereka?

Tentang heny prihastiwi

seorang pendidik yang berusaha terus belajar.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jathilan bocah ; dari, oleh dan untuk bocah: Sebuah optimisme menatap hari depan budaya bangsa.

  1. Nunung Udiatna berkata:

    Guru Yang Baik Akan Selalui Mewarnai Hampir Separuh Kehidupan Anak Didiknya..sekarang dan yang akan datang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s